“Dibalik Persoalan Pembangunan Konstruksi “Evenciio Apertemen Margonda”

0

Depok-Perkembangan pembangunan konstruksi sudah selayaknya menjadi kemajuan dari setiap kota- kota yang berada taraf perkembangan kotannya dengan di dukung dari berbagai sektor seperti perkembangan pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya.

Kota Depok Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu dari kemajuan kota yang sangat pesat kemajuannya, salah satunya dalam bidang konstruksi pembangunan di wilayah Jl. Margonda Raya Depok dengan berbagai pusat perdagangan di wilayah tersebut tidak heran banyak gedung- gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, perkantoran, apertemen, dan pusat pendidikan, seperti perguruan tinggi dan sekolah- sekolah.

Aksi GMPB depan Apartemen

Seperti yang terdapat di sekitar Jl. Margonda Raya dan Pondok Cina. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menjadi sangat penting dalam suatu sistem proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan tata ruang kota yang baik, sehingga pembangunan gedung bertingkat dapat direncanakan sesuai aturan Pemerintah Kota Depok No. 13 tahun 2013.

Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa (GMPB) Ujuk rasa Kamis 16 Agustus 2019 sebagai implikasi Agent of Control dari setiap kebijakan- kebijakan pemerintah sekaligus menyambung setiap keresahan- keresahan yang timbul dalam ruang masyarakat ketika aturan- aturan main tidak sesuai dan tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Hanafi Korlap Aksi GMPB menyatakan bahwa, Ini menjadi konsentrasi kami dalam memberikan teguran kepada pemilik bangunan/ Owner Evenciio Apertemen Margonda sesuai persyaratan administrasi dan teknis bangunan diatas tanah dan juga pemerintah daerah Kota Depok yang dengan lancarnya memberikan izin persyaratan administrasi dan teknis terkait jarak bebas bangunan dan daerah sepadan sesuai Peraturan daerah No.15 Tahun 2013 .

Tambah hanafi, hal ini yang menyebabkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Depok untuk waktu yang akan berdampak kepada perluasan jalan, sehingga sesuai aturan perda tersebut Evenciio Apertemen Margonda akan menjadi persoalan di kemudian hari.

READ  PAM jaya gagal dan rugi miliyaran rupiah, digruduk aktivis PAM (Pergerakkan Aktivis Menteng) Jaya

Lanjutnya, belum lagi persoalan yang timbul ketika hak trotoar/ pejalan kaki sangaat mengganggu karena terdapat pekerjaan Evenciio Apertemen Margonda tersebut. Sesuai dengan Perda No. 13 Tahun 2013 zonasi peneyediaan pemanfaatan prasarana jalan pejalan kaki yang ada di depan Apertemen Evenciio tersebut dihalangi dengan seng atap yang jelas- jelas sangat menganggu hak pejalan kaki di wilayah tersebut sesuai dengan aturan RT/RW 2012-2032 (Rencana Tata Ruang Wilayah).

Maka dengan ini, kami dari mahasiswa yang terhimpun dalam GERAKAN MAHASIWA PEDULI BANGSA (GMPB) memberikan tuntutan kepada PT. Wisma Seratus Sejahtera sebagai pemilik Evensiio Apertemen Margonda serta PT.PP Property.tbk sebagai pelaksana Konstruksi sebagai berikut :

Pertama, memberhentikan proses pekerjaan konstruksi dari pihak PT. PP Property,tbk selaku pelaksana konstruksi.

Kedua, pemerintah Kota Depok memberikan sanksi keras kepada pihak PT. Wisma Seratus Sejahtera sebagai pemilik Evensiio Apertemen Margonda yang telah melanggar aturan Perda No.15 Tahun 2013 tentang Jarak Bebas Bangunan dan Garis Sepadan Bangunan (GSB).

Ketiga, kami meminta kepada pihak Owner PT. Wisma Seratus Sejahtera untuk memberhentian proses pekerjaan pembanguanan Evenciio Apertemen Margonda karena telah melanggar Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Depok 2012- 2032 dan Perda No. 13 Tahun 2013 tentang Zonasi Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana Jalan Pejalan Kaki, ” Tutup Hanafi.(**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.