Direktur LBH UIC : OJK Harus Tegas untuk mengawasi perusahaan fintech yang bermasalah

0

Jakarta 19/03/2019,Perkembangan zaman diera digital saat ini harus dimanfaatkan dengan baik. Kehadiran perusahaan Fintecht seperti perusahaan fintech P2P Lending sebagai perusahaan pinjam meminjam online diindonesia merupakan salah satu contoh perkembangan zaman saat ini.

LBH UIC Jakarta yang selama ini fokus mengadvokasi masyarakat mengenai pinjaman online kembali melaporkan perusahaan fitnech yang terdaftar di otoritas jasa keuanga RI,adapun perusahaan fintech yang dilaporkan ke ojk adalah cashwagon,perdana/rupiah plus dan pinjam yuk.” Ujar Irfan Selaku Direktur LBH UIC

Lanjutnya, LBH UIC melaporkan ketiga perusahaan fintech tersebut karena adanya dugaan penagihan diluar kontak darurat yang didaftarkan,intimidasi terhadap kontak darurat dan menagih hutang kepada orang yang tidak pernah berhutang.

Sudah seharusnya OJK bertindak tegas terhadap fintech-fintech yang bertindak diluar aturan. “Hal ini menjadi wujud nyata bahwa adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh fintech yang terdaftar di OJK dan bukan hanya dilakukan oleh fintech-fintech ilegal yang di katakan selama ini” Jelasnya.

Laporan LBH UIC Jakarta ini menjadi ujian keseriusan OJK RI dalam melindungi masyarakat dibidang fintech,apakah fokus hanya pengaduan dan tidak ada tindak lanjut atau berani mengambil tindakan tegas dengan mencabut tanda terdaftar fintech yang terbukti melanggar aturan. ” Pungkas Irvan

LBH UIC Jakarta akan terus mengawal laporan kepad ojk RI, LBH Juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memantau dan mengawasi laporan ke OJK RI tersebut. (DW)

 

READ  Titik ke-1000 Sandiaga Uno Disambut Kaum Milenial Depok

Leave A Reply

Your email address will not be published.