GPII Depok : Pemerintah Kota Depok harus intervensi kebijakkan lewat kawasan UI berbayar

0

Redaksidepok- Penerapan Uji coba Management Universitas Indonesia (UI) untuk menerapkan parkir berbayar menjadi polemik bagi sebagian besar mahasiswa dari UI,Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) bahkan warga yang melintas di kawasan UI.

Pasalnya hampir sebagian mahasiwa bahkan ojek pangkalan di kawasan itu menolak kebijakan parkir berbayar tersebut.
Tahun 2012, masuk ke kawasan Universitas Indonesia hanya dikenakan biaya Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat atau mobil dan gratis untuk kendaraan bermotor.

Kemudian, tarif masuk ke kawasan UI ini lambat laun mulai naik pada tahun 2015 menjadi Rp 4.000 bagi mobil dan gratis untuk motor. Tarif parkir ini kemudian naik kembali pada tahun 2018 menjadi Rp 5.000 bagi mobil dan gratis untuk motor hingga pada tahun 2019 ini. Setelah bayar di gerbang utama UI, pengendara mobil dan motor rata-rata tidak lagi dikenakan biaya untuk parkir di fakultasnya masing-masing. Tetapi, beberapa mahasiswa ada juga yang bayar seikhlasnya ke sekuriti yang jaga di fakultas masing-masing.

Untuk PNJ yang dikenakan tarif Rp 1.000 untuk parkir di masing-masing fakultasnya.
Namun, ketika media sosial diramaikan dengan adanya rencana UI menerapkan parkir berbayar untuk masuk ke kawasan UI. Perguruan tinggi negeri UI bahkan serius menggandeng PT Secure Parking untuk menerapkan parkir berbayar.

Awal mula penerapan tarif berbayar
Penerapan tarif parkir ini ada di sejumlah titik akses masuk UI, yakni Stasiun Pondok Cina, belakang Politeknik Negeri Jakarta, Gerbang UI, dan belakang Vokasi UI.Mengenai tarif, tarif mobil ditetapkan seharga Rp 4.000-Rp 6.000, kemudian motor dikenakan tarif Rp 2.000 satu jam pertama yang selanjutnya dikenakan tarif Rp 1.000 hingga maksimal Rp 4.000. (Kompas.com)

READ  Fahri Hamzah Buka Ormas Debutan di Depok

Setelah Ramai-ramai dari BEM UI dan PNJ beserta menolak dan melakukan Unjuk rasa pada 15/07/2019 di pintu gerbang Utama UI atas tidakkan Rektorat dan management yang tidak pro terhadap mahasiswa dan Masyarakat sekitaran UI.

Bung Denni ketua PD GPII Depok

Tanggapan dari Ketua OKP GPII (Gerakkan Pemuda Islam Indonesia) Kota depok Bung Denni bahwa , saya dulu pernah kuliah di PNJ 2005 tidak ada penerapan lewat UI berbayar apalagi parkirpun di lingkungan UI gratis. ” Pungkasnya

Bung Denni menambahkan, rektorat atau management UI ini lama-lama seperti kota dalam kota, apa-apa kebijakkan untuk komersil semata tidak melihat efek domino dari kebijakkan terjadi, kami akan mengusulkan ke pemerintah kota depok untuk bisa mengintervensi kebijakkan-kebijakkan yang merugikan masyarakat, itupun kalau UI mengakui bagian dari depok.

Bung Haris Nasution ketua Korps Mahasiswa GPII Depok

Haris Nasution menduga bahwa kebijakan penerapan parkir dan lewat kawasan UI hanya untuk kepentingan keuntungan saja belum terlihat efek positif selain duit dan duit. ” Ujar Ketua Korps Mahasiswa GPII Depok

Korps Mahasiswa GPII depok akan mengkosolidasikan dengan kawan-kawan organisasi mahasiswa untuk turun kejalan bersama masyarakat untuk menolak kebijakkan merugikan dari management UI.” Tutup Haris Nasution (**)

Source : Diolah dari beberapa sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.